Hari mulai senja. Dan senja mulai mencurahkan sinarnya kesebuah jembatan yang berdiri kokoh diatas sungai yang memiliki arus cukup deras dan juga memiliki kedalaman yang bisa membuat orang mati tenggelam jika tidak bisa berenang. Oleh karena kedalaman itu pula, ada sebuah kisah yang sangat tidak menyedihkan ataupun memilukan.
Dipinggir jembatan itu, lebih tepatnya ditengah-tengah jembatan, seseorang berdiri dipagar jembatan sambil memegang lampu jembatan dan berusaha bunuh diri. Tapi dia tidak sendiri. Dia ditemani seseorang yang berusaha mencegahnya.
“Beni, lu jangan melompat! Jangan bunuh diri Ben!” Bujuk Kevin dengan suara keras kepada temannya sambil memegang satu tangan Beni. Beni semakin kuat meronta sambil memegang lampu pinggir jembatan bersiap untuk melompat.
“Tidak. Hiks… Gue ingin mati! Gue sudah bosan dengan hidup ini! Hiks…” kata Beni juga dengan suara lebih keras ditambah isak tangis, “Gue tidak bisa hidup didunia yang semakin gila ini!”
“Kenapa memangnya?”
“Gue sudah gila dengan tayangan televisi yang isinya hanya sinetron-sinetron sampah, ga mutu dan busuk bahkan lebih busuk dari seribu bangkai tikus sekalipun!”
Kevin bingung, kok bisa? “Lah… Lu ingin bunuh diri hanya gara-gara sinetron?”
“Iya. Tayangan televisi hanya diisi dengan sinetron yang ceritanya konyol, tidak mendidik dan sangat tolol! Bangsa kita dibuat bodoh oleh sinetron! Bangsa kita udah dicuci otaknya sama sinetron sinting! Dan Gue tidak bisa melihat bangsa ini semakin jatuh kedalam pembodohan akibat sinetron-sinetron konyol…”
“Lah… ka, ka, kalau gitu… kritik saja di blog lu…”
“Tidak mempan! Tiap hari Gue mengkritik seluruh sinetron yang tayang di televisi, tapi tidak ada juga yang menanggapi! Karena gue bukan blogger seleb! Lalu, gue coba kirim email keseluruh redaksi portal-portal berita nasional tapi tidak ada juga yang menggubris!”
Kevin pun bingung, “ya ya ya udah… Lu ganti channel saja… gampang kan?”
“Tidak bisa juga! televisi gue Cuma bisa nangkep satu channel dan channel itu isinya hanya sinetron-sinetron menjijikan ituh…”
‘Haduh… Makin ga bener nih orang.’ Batin Kevin makin bingung, akhirnya dia melepas tangan Beni dan berkata, “Ok. Ok lah kalau lo memang ingin bunuh diri… Silahkan saja. Silahkan! Kalau gitu, sekarang juga lo lompat, dan mati, setelah itu lo akan menjadi hantu lalu dengan sepuasnya lo bisa mengganggu sutradara, produser bahkan pemilik stasiun tivi itu hingga mereka mati ketakutan. Silahkan lompat…”
Beni tersadar. Matanya melotot seperti melihat malaikat. Beni melompat dari pagar jembatan dan langsung memeluk Kevin, “gue ga mau jadi hantu Vin… Gue takut sama hantu, masa gue jadi hantu.”
Senja pun mulai berkurang sinar cerahnya. Tapi berbeda dengan kedua sahabat itu yang wajahnya mulai bersinar cerah. Mereka pun jalan berbarengan pulang ke rumah.
| |
|